Angin berhembus kencang, ombak di lautan berlomba hendak mengikis kerasnya sebuah karang. Terduduk manis seorang gadis dengan sebuah cincin di tangannya, bagaikan mengerti, langit yang kala itu tak bercahaya menemani dirinya. Terlihat air perlahan terjun ke bumi bagaikan terbang tanpa sayap. Tapi tiba-tiba aku pun terkejut, melihatnya tubuhnya yang indah itu terjun ke kumpulan ombak-ombak yang menggila. Ku langkahkan kaki ku, menuju tempatnya, aku berlari dan semakin berlari. Kulihat dirinya tertelan oleh air yang berwarna biru itu. Aku pun melompat tanpa sedikitpun ragu. Aku bersyukur bisa meraihnya walau ombak-ombak yang ganas itu ingin merebut dirinya. Ketika lambaian dedauanan dan merdunya kicauan nuri seakan menghilangkan kepenatan yang akau rasakan. Kubaringkan tubuh sang gadis yang tak sedikitpun bergerak, aku cemas, aku resah. Apa yang harus kulakukan?, kucoba tuk membangunkan dirinya dengan sedikit kata-kata dan belayaian pada wajahnya, namun ia tetap terpejam.
Ketika aku hendak membasuh wajahnya, ia pun tersadar dari tidurnya. Ia kaget dan heran melihat diriku. Aku lalu memberanikan diri untuk bertanya, kenapa dia senekat itu. Ia kemudian diam dan terus menatapku. Aku lalu berkata pada dirinya, "jangan sia-siakan hidup kamu hanya demi segelintir masalah. Aku terkejut, ia lalu menangis dan perlahan bercerita.
Sebut saja namanya Diandra. Ketika itu tanggal 12 february, 2 hari menjelang valentine. Diandra yang sudah berusia 28 tahun, dan menjalin hungungan dengan seorang cowok yang sebut saja namanya Dio yang juga sudah berusia 29 tahun. Mereka sudah menjalin hubungan lebih dari 5 tahun. Dio adalah tipe seorang cowok yang sangat penyayang, begitu kata Diandra kepada saya. "lalu apa yang membuat kamu berbuat seperti ini?". Ia pun kembali bercerita. Hari itu, 2 hari menjelang valentine, Diandra dan Dio pergi ke suatu tempat yang menjadi tempat biasa bagi mereka berdua menghabiskan waktu berdua. Diandra sangat terkejut melihat rangkaian bunga yang sangat indah bertaburan disana. Ketika itu malam, malam yang sangat indah. Dio lalu perlahan membelai wajah cantik Diandra, dengan sedikit gugup Dio berkata, "ra kamu mau nikah ama aku?". Diandra terdiam, tak ada kata-kata yang mampu diucapkannya. Dengan sedikit senyuman ia menjawab pertanyaan dari Dio.
Esok hari ketika hujan turun membasahi bumi,tepatnya 1 hari menjelang valentine. Dandrai sudah membicarakan apa yang dikatakan Dio kepada kedua orang tuanya. Orang tua Diandra pun sudah menyetujui apa yang diinginkan oleh Dio. Tapi ketika itu, saat Diandra menerbangkan khayalnya, tiba-tiba bel rumah Diandra berbunyi dengan kerasnya. Diandra pun berjalan dan membuka pintu rumahnya. Diandra sangat terkejut melihat seorang cewek cantik yang sedang mengandung berdiri di hadapannya. "Apa ini rumahnya Diandra?", "ya saya sendiri, jawab Diandra. "Mbak siapa ya?". "Saya...hmm...kamu kenal Dio?". "Emang kamu siapanya Dio?", "Saya...", cewek itu lalu terdiam. Tanpa berfikir panjang, Diandra lalu membanting pintu rumahnya, aku pun tahu apa yang difikirkan oleh Diandra. Diandra berkata pada saya "teganya Dio mempermainkan saya!!!", katanya sambil menangis. Jadi itu alasan Diandra, ingin mengahiri hidupnya. Akupun lalu berkata pada Diandra, "yuk saya antar kamu pulang, mungkin orang-orang di rumah kamu sudah cemas menunggu kamu". Kami pun perlahan berjalan, langkah demi langkah dan akhirnya tiba di depan rumah Diandra. Aku melihat banyak orang yang sudah berkumpul di rumah Diandra. Kutatap seorang lelaki berlari ke arah Diandra, laki-laki itu lalu hendak memeluk Diandra yang terlihat basah. Diandra langsung menampar wajah laki-laki itu!!!, "kamu jahat Dio!!!,tega amat kamu!!!", " aku salah apa ra"?, tanya Dio. "Kamu selingkuhkan?!!!, kemaren ada cewek yang lagi ngandung datang ke rumah aku!!!". Dio lalu terdiam, aku kemudian melihat seorang cewek yang sedang hamil berjalan ke arah mereka berdua. Wah semakin kacau nih, kata ku dalam hati. "Ngapain ni cewek disini!!!", teriak Diandra. "Siapa?", tanya Dio bingung. "Itu cewek kamu kan!!!, kamu jangan nyiksa aku kaya gini Dio!!!". "Ha?", Dio terlihat bingung. "Dia itu kan kakak ku ra, ou jadi kamu kira akungamilin cewek?", kata Dio sambil tersenyum. Dini lalu terdiam, dan kemudian Dio berkata lagi, "ga mungkin aku ngecewain orang yang paling aku sayang di dunia ini, aku sayang kamu ra", Dio lalu terdiam. Suasana terlihat mengharukan, Diandra yang tadinya terdiam langsung memeluk tubuh Dio, dan merangkulnya dengan keras. "Maafin aku Dio, aku udah salah paham". "Ya sayang..aku ngerti...". "Eh mana ni yang mau dilamar, kata seorang perempuan yang seadng hamil. Diandra lalu tersenyum dan perlahan berjalan ke arah perempuan itu dan merangkulnya, "maafin saya mbak, saya salah paham". Perempuan itu terseyum, Dio pun menghampiri Diandra, dan menggandeng tangan Diandra. Mereka lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan senyum di wajah mereka. Tapi tiba-tiba Dio berhenti dan berkata, "met valentine sayang", kata Dio yang kemudian mengecup kening Diandra. Sungguh kisah Valentine yang paling indah yang pernah aku saksikan.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar